WUDHU

tata cara wudhu

Pengertian Wudhu

Secara bahasa, wudhu bermakna bersih dan indah. Secara syariat, wudhu adalah membersihkan anggota-anggota wudhu untuk menghilangkan hadats kecil agar ibadah tertentu menjadi sah dilakukan. Wudhu adalah syarat sahnya shalat. Tidak sah melakukan shalat tanpa wudhu terlebih dahulu.

Wudhu itu sendiri memiliki syarat dan anggota wudhu yang harus dipenuhi. Kalau tidak, maka wudhu menjadi tidak sah. Jika wudhu tidak sah, maka shalatpun tidak sah. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mempelajari tata cara berwudhu yang benar.

Wajib hukumnya berwudhu jika orang tersebut memiliki hadats kecil seperti habis buang air kecil, buang air besar, tidur, menyentuh kemaluan dan lainnya.

Menjadi sunnah hukumnya berwudhu jikalau orang tersebut masih memiliki wudhu, khususnya pada shalat fardhu’.

Berwudhu bisa menggunakan air atau debu (tayammum). Dengan syarat objek yang dijadikan sebagai bahan wudhu harus suci dan mensucikan. Contoh dan macam-macam air yang suci dan mensucikan adalah air hujan, air terjun, air sumur, air laut, air sungai, air lelehan es atau salju, air dari tangki dan kolam yang ukurannya lebih dari dua kullah.

Syarat Sah Wudhu

Syarat sah wudhu yaitu hal-hal yang harus dipenuhi sebelum seseorang berwudhu. Syarat sah wudhu ada lima, yaitu:
1. Islam
2. Mumayyiz
3. Menggunakan air yang suci dan menyucikan
4. Tidak ada anggota wwudhu yang bisa merubah air untuk berwudhu
5. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air wudhu ke anggota wudhu

Fardhu Wudhu

Fardhu wudhu adalah hal-hal yang harus dilakukan saat seseorang berwudhu. Fardhu wudhu ada enam, yaitu:
1. Niat melakukan wudhu untuk menghilangkan hadats kecil. Niat dibaca saat membasuh muka.
2. Membasuh muka dari mulai tumbuh rambut kepala, kedua belah telinga dan ujung dagu.
3. Membasuh kedua tangan hingga siku.
4. Membasuh sebagian rambut kepala.
5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
6. Tertib.

Rukun Wudhu atau Tata-cara Berwudhu

Rukun wudhu bisa diartikan sebagai cara-cara atau hal yang harus dilakukan ketika wudhu. Jika langkah ini tidak dilakukan, maka tentunya hal tersebut menyebabkan hukum wudhu tersebut menjadi tidak sah.

Berikut adalah cara berwudhu dengan benar dan harus diterapkan tanpa ada kesalahan atau kekeliruan.

Mencuci Telapak Tangan

Mencuci telapak tangan adalah langkah awal berwudhu. Ingat jangan lupa agar untuk membaca niat terlebih dahulu sebelum masuk ke tahapan ini. Untuk niat wudhu ada di sub judul sebelumnya.

Bersihkan telapak tangan dengan menyeka pada sisi sela-sela jari. Mulailah dari tangan kanan kemudian tangan kiri. Lakukanlah ini sebanyak tiga kali dan dengan diiringi doa:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْرًا

“Allhamdulillahilaziy ja’alal ma’a tohuro.”

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah yang menjadikan air itu suci.”

Berkumur-Kumur

Langkah yang kedua yakni berkumur. Berkumurlah sebanyak 3 kali, dan gerakan dengan niat untuk membersihkan mulut. Hal ini dilakukan untuk menghabiskan sisa-sisa makanan yang tersisa di dalam mulut kita.

Lalu bacalah bacaan ini:

اللَّهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Allahumma aini alay dzikrika wasukrika wahusni ibadatika.”

Artinya: ”Ya Allah, bantulah aku supaya aku dapat berzikir kepadaMu, dan bersyukur kepadaMu, dan perelok ibadah kepadaMu.”

Membasuh Hidung

Langkah selanjutnya membasuh lubang hidung secara menyeluruh. Lakukanlah istinsyar, dengan cara menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya. Lakukanlah ini selama 3 kali seraya berdoa:

اَللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَة الجَـنَّةْ

Allahuma arihniy roihata janat.”

Artinya: “Ya Allah, berilah aku ciuman daripada haruman bau Syurga.”

Membasuh Wajah

OkLangkah selanjutnya setelah membasuh seluruh permukaan wajah secara merata. Lakukanlah sebanyak 3 kali dengan gerakan memutar sekeliling wajah seraya berdoa:

اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِى يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

“Allahuma bayadh wajhi yawmatabyaht wujudhu wataswadu wujdhu.”

Artinya : “Ya Allah, putihkanlah wajahku pada hari putihnya wajah-wajah dan hitamnya wajah-wajah.”

Membasuh Kedua Tangan

Langkah selanjutnya adalah membasuh kedua tangan. Basuhlah kedua tangan hingga mencapai batas siku-siku. Lakukan hal tersebut sebanyak 3 kali secara menyeluruh.

Lakukan dengan gerakan yang memutar dan menyeluruh ke permukaan tangan. Ketika membasuh tangan kanan, maka disunahkan untuk berdoa:

اَللَّهُمَّ اَعْطِنِى كِتاَبِى بِيَمِيْنِى وَحَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيْرًا

“Allahumma a’tini kitabiy biyamiyni wahasibni hisaban yasiyron.”

Artinya:“Ya Allah! berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kanan dan hitunglah amalanku dengan perhitungan yang mudah.”

Lalu ketika mengusap tangan kiri, disunnahkan juga untuk berdoa:

اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِى كِتاَبِى مِنْ يَساَرِىْ وَ لاَ مِنْ وَرَاءِظَهْرِىْ

“Allahumma latu’tini kitabi minyasariy wala minwaro’i tohriy.”

Artinya: “Ya Allah! aku berlindung denganMu dari menerima kitab amalanku dari sebelah kiri atau dari sebelah belakang.”

Membasuh Kepala

Basuhlah kepalamu mulai dari kening hingga ujung kening (ubun-ubun). Lakukan secara menyeluruh dan merata. Ulangi hal ini sebanyak 3 kali. Ketika mengusap kepala, disunnahkan untuk berdoa :

اَللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ

“Allahumma harom sa’riy wabasariy a’la nnari.”

Artinya: “Ya Allah, haramkan rambutku dan kulit kepalaku dari pada neraka.”

Membasuh Daun Telinga

Membasuh daun telinga bisa dipraktekkan dengan mengusap telinga bagian dalam maupun luar dengan air. Lakukan hal ini secara menyeluruh hingga merata ke bagian telinga. Lakukan ini 3 kali seraya berdoa:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَأَحْسَنَهُ

“Allahummajalni minaladziyna yastami’uwnal qowla fayatabi’uwna ahnashu.”

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan kata dan mengikuti sesuatu yang terbaik.”

Membasuh Kaki

Langkah selanjutnya adalah membasuh kedua kaki. Basuhlah kedua kaki secara menyeluruh hingga batasan mata kaki. Hati-hati dengan bagian ini. Jika ada yang terlewat, maka wudhu tersebut tidak sah.

Ketika membasuh kaki kanan, disunnahkan untuk berdoa:

اَللَّهُمَّ ثَبِّتْ قدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِاْ لاَقْدَامِ

“Allahumma tabbatqodamiy a’lasoroti yawmatazilu fiyhil laqdami.”

Artinya: “Yaa Allah, yaa Tuhanku,tetapkanlah tumuitku diatas titian yang lurus bersama tumit hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Lalu ketika membasuh kaki kiri, disunnahkan juga untuk berdoa:

اَللّهمَّ اِنِّى اَنْتُجِلَ قَدَمِ عَلَى صِرَاطِ فِى النَّارْ يَوْمَ تِجِلُاَقْدَمِ المُنَافِقِيْنْ وَ المُشْرِكِينْ

“Allahuma iniyantujila qodamia’la sirotifinari yawmatijilu akdami munafikiyn wamusyrikiyni.”

Artinya: “Ya Allah yaa Tuhanku,sesungguhnya aku-berlindung kepada-Mu dari keterpelesetan tumuitku dari atas jalan neraka,pada hari dikala terpeleset tumit orang-orang kafir.”

Tertib

Rukun wudhu yang terakhir adalah tertib. Maksud tertib di sini adalah tidak boleh berwudhu dengan cara meloncat urutan ke urutan lainnya. Ia harus tertib dilakukan secara berurutan.

Jikalau ada yang terlewat atau tidak berurutan secara sengaja, maka hukumnya wudhu tersebut tidaklah sah. Demikianlah rukun dan tata cara wudhu.

Doa setelah wudhu adalah sebagai berikut:

,أَشْهَدُ اَنْ لاَإِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ  وَجْعَلْنَيْ مِن عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Bagi kamu yang belum bisa bahasa arab, dalam bahasa latin kurang
lebih seperti ini.

“Asyhadu allaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu
anna mUhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh. Allahumma j’alnii minat
tawwabiina waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash
shalihiin.”

Artinya doa tersebut adalah :

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan tidak ada yang
menyekutukanNya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-
Nya dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang yang
bertaubat, jadikanlah aku dari golongan orang yang suci/bersih, dan
jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang saleh.”

Hal-hal yang Membatalkan Wudhu

Ada banyak hal yang bisa membatalkan wudhu kita, diantaranya adalah mengeluarkan sesuatu dari depan dan belakang. Seperti buang air kecil, buang air besar, kentut dan sebagainya.

Tidak hanya itu, cairan yang keluar berapa saat setelah kencing juga dihukumi najis. Dan tidak sah wudhunya jika cairan tersebut masih menempel pada pakaian kita.

Ketika tinja keluar dari dubur, hal ini dihukumi membatalkan wudhu, baik sedikit maupun banyak. Begitu juga kentut, iya tetap membatalkan wudhu walaupun terdengar maupun tidak suaranya.

Tidur sampai hilang kesadaran juga membatalkan wudhu. Tidur yang dimaksud adalah tidur yang sampai indra pendengaran dan penglihatan tidak berfungsi lagi. Dengan kata lain yang hilang akal atau hilang kesadaran. 

Selain itu, hilang kesadaran lain juga membatalkan wudhu seperti gila, mabuk, pingsan dan lainnya. Bagi wanita, istihadhah kecil dan sedang membatalkan wudhu.

Diterbitkan oleh agusjuwahir001

Teacher

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: